Setahun Fokus Pada Satu Titik Cahaya

Setahun Fokus Pada Satu Titik Cahaya

Asal Fokus pada akhirnya bisa bermanfaat untuk ;  kehidupan, berbangsa, bernegara, lingkungan,alam dan semesta. Inilah akhir dari tujuan hidup yang sesungguhnya harus kita perjuangkan bersama sampai titik darah terakhir.


Bukan memperkaya diri yang tidak berpengaruh pada  tetangga sebelah, bukan jabatan yang sewaktu-waktu bisa di London atau Di Argentinakan atau popularitas semata, hanya sebuah pencitraan dunia maya. Yang nyatanya dialam dunia tidak seperti apa yang terlihat di beranda kita. Sangat Hooooakkk sekali.

Sebuah harapan yang sesungguhnya tidak jelas. Dan sangat mustahil sekali. Mengingat latar belakang yang terlahir dari kasta sudra . Jangankan memimpikan Menjadi ini itu. Tidur saja tidak berani. Walaupun begitu kita harus Optimis jangan pesimis seperti apa yang sering diucapkan Pak Jokowi presidennya Orang Indonesia.

" Kita harus Optimis Jangan selalu Pesimis, kerja, kerja, kerja'. Jokowi R 1.

Memang sebagai seorang manusia yang diberi akal dan pikiran. Apalagi yang masih waras. Harus berani melangkah untuk menidurkan badan agar bisa tercapainya sebuah impian tersebut atau mendapatkan mimpi. Walaupun toh ditengah tengah perjalanan... nantinya terbangun juga dan ini ternyata sekedar mimpi.

Akan tetapi kita harus berjalan menuju satu titik cahaya. Entah lewat dari jalur  apapun. Semua harus berusaha mencoba dan dicoba agar bisa merasakan klimaks sendiri tidak melulu apa kata orang.
Perjalanan dan pengalaman memang menjadi Guru yang terbaik. Dan guru terbaik adalah yang sudah berpengalaman
dan hampir semua uji coba daya ledak, semua kurang begitu menghasilkan dan kurang bermanfaat bagi kehidupan diri sendiri, orang lain dan alam

" .... (Isi Dewe) Itu yang terbaik adalah  bisa bermanfaat untuk semua alam semesta inilah akhir dari semua cerita cinta tentang kita ".

Dikala galau dirundung pilu. Bagai seorang  pemuda yang dipaksa sang hyang wenang untuk mencari pengganti pacar simpanan yang kini telah memiliki dua anak kurang cukup.

Akhirnya dengan sangat terpaksa sekali  pemuda yang tidak begitu hapal Pancasila ini memutuskan untuk pergi dan hijrah menjauhkan diri dari keluarga, sanak saudara, teman, sahabat dan kenangan masalalu, serta bayang bayang seorang Mantan yang sangat Anu sekali.

Dengan bekal "Ketuhanan Yang Maha Esa" dan ridho orang tua dan do'a seorang guru spiritual. Pemuda itu, melanjutkan perjalanannya. Berharap agar impian yang ia harapkan bisa kembali terwujud sebagaimana mestinya yang kurang lebih seperti yang terdapat pada Sila ke-5 "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

"Tolong jangan ubah Pancasila pliss saya belum hapal Pancasila, jangan sia-siakan usaha seorang pemuda jomblo yang sedang belajar arti Pancasila dengan baik dan benar ini"


 "Memang!!!!!  Dimana pun kita berada Jalan tidak selalu mulus, semulus biduan dangdut koplo Pantura dan tidak mudah, semudah mengembalikan yang ada didalam Sempak. Pastilah menemui rintangan, halangan yang membentang".
Namun ketika sebuah ke-Nekat-an dan ke- bonex-an apapun itu cobaan dan resikonya yang telah sangat diperhitungkan bati ruginya sejak awal perjalanan. Ketakutan ketakutan semacam ini. Tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Tetap lanjut Pergi ke Timur mengambil kitab suci.

"Apapun resikonya tatkala mendapatkan sebuah ujian minumnya tetap teh botol S*sro".

Akhirnya diujung waktu yang singkat ini dan sampai kapan pun rasa kasih sayang belum pernah berakhir derita cintanya kata kang Mas Cut Pat kae. Walapun Anggun sudah menjadi duta sampo lain katanya.

Namun setidaknya Fokus satu titik cahaya yang sudah berjalan Satu Tahun ini. Semerbak angin yang gerumbel didalam sarung yang seminggu sekali tercuci. Sedikit demi sedikit yang katanya Lek Sron Bakol Pentol. Lama lama akan menjadi Gunung.

Semilir Angin wengi dalam Sarong itu sudah mulai terasa. Terasa baunya sangat Nauudhubillah Setan. Kurang begitu. Begitulah perjalanan Pemuda Jomblo yang belum hapal Pancasila itu dalam pencarian Calon Mertuanya.

Jangan lupa Laik, sare, dan Sabbreker #LossdolšŸ˜‚
Cerpen kata Perjalanan puisi Sosmed Story Toak Tombo Awak Wisata Alam

Belum ada Komentar untuk "Setahun Fokus Pada Satu Titik Cahaya"

Posting Komentar

Kebijakan Komentar di Blog CakJun
  • Komentar harus sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, karena Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel