Menu
Blog'e Cakjun

Pasar Wisata Dewi Sri Pujon tempatnya Cari Oleh Oleh khas kota Batu, Mampir Yuk


Pergi disuatu tempat kemudian kembali pulang kerumah tidak membawa sesuatu alias tidak membawa buah dada Tangan. bagaikan sayur tanpa garam kata Pedangdut ibu kota Inul Daratista. Yo kecuuuttt Lurd.  Oleh karena itu kita sebagai bangsa yang memiliki budaya senang berbagi kepada sesama. Saya beserta rombongan mampir dulu mencari oleh oleh untuk kita berikan dan bagi bagikan kepada keluarga, sanak famili dan tetangga. Sepakat? :)

Ya rombongan kami berhenti disebuah pasar yang menjajakan sayur sayuran, buah buahhan, aneka kerajinan tangan, pakaian, Cemilan khas daerah batu Malang, pakaian dan aneka jenis tanaman bunga juga ada.

Karenanya kita berada pada daerah dataran tinggi Kota Batu Malang maka yang utama pasar ini adalah buah buahhan dan sayur sayuran. Mungkin bagi kaum emak emak pasar ini merupakan surganya karena jenis sayur sayuran dan buah buahhan nampak segar yang bisa membuat mata mereka tersihir dengan penampakkannya.

Sedangkan saya mewakili kaum adam sementara hanya melihat lihat dulu. Sambil nyemil, ngudud dan ngopi menghangatkan badan. Karena cuaca pada waktu menjelang malam sangat dingin sekali. Jaket kulit pun terasa tidak menghangatkan badan saya sama sekali.

Saya sendiri seringkali tidak pernah memikirkan oleh oleh. Atau membawa sesuatu ketika pulang bepergian. Terasa malas banget untuk membeli. Saya sendiri justru malah senang melihat lihat dan mengamati aktivitas perdagangan dan barang barang yang diperjual belikan.

Flasback dulu, Beberapa bulan yang lalu saya juga sempat Traveling bersama komunitas desa. Dan ini diketahui banyak teman dan keluarga padahal berangkat sudah tidak diketahui banyak orang namun apalah daya saya yang terjebreet dan terpublikasikan oleh akun seorang teman. Alhasil inbok dan wa saya penuh dengan chat soal oleh - oleh.

"aku tidak minta oleh oleh emas permata dan juga uang. Tapi yang kuharap engkau pulang tetap membawa kesetiaan". asekkk.. Masuk pak eko.

Lhawong namanya pergi bersama rombongan yang tak satupun berisi perempuan kala itu. Seratus persen berisi lelaki semua. Setelah selesai berwisata. Tidak ada agenda lagi untuk berhenti kesuatu pusat perbelanjaan. Langsung gas pol rem pol otw Kandang. Begitulah.

Demikian juga tinggal didesa ketika kita pulang maka orang orang yang kebetulan berpas pasan dengan kita maka akan bertanya kepada kita soal oleh oleh. "endi oleh oleh'e jare kok mari lungo".  Duh, kalau ada yang bertanya seperti itu. Saya hanya bisa tersenyum saja. Tanpa sebuah jawaban. Sama persis ketika ditanya. Kapan menikah ?

Dari situlah saya seperti merasa berdosa kepada orang orang yang biasanya berwisata kemudian pulang membawa oleh oleh dan membagikannya kepada saya. Dan saya tidak menginginkan ada pertanyaan yang membuat saya kesulitan untuk menjawab seperti tadi. Yang bagaikan sambaran petir disiang bolong.


Sebelum memutuskan untuk membawa oleh oleh. Ketika saya berada di pasar ini menjelang magrib dan memasuki sholat magrib. Kita melakukan tiga rokaat dulu. Setelah itu kongkow kongkow cangkruk'an dulu menikmati kopi dan udara sejuk disini. Barulah, Detik detik akhir atau menjelang tambahan waktu. Saya baru masuk kesalah satu pedagang dan membeli oleh oleh.

Sedangkan para kaum emak emak dan mahmud-mahmud saat injurytime berlangsung. Sudah banyak yang membeli oleh oleh yang begitu banyak sekali hampir dirinya sendiri tak terlihat saking banyaknya barang belanjaannya wkwkwk. Walaupun demikian kaum ini terasa ngak ada capek capeknya kalau sudah dipasar. Masih saja melihat lihat, berkeliling, memilih dan memilah terus.

Iya, Sebagai lelaki entah saya sendiri atau orang lain. Merasa enggan untuk tawar menawar secara brutal. Padahal kalau di Internet soal tawar menawar saya begitu memperhatikan. Namun kalau didunia Real kok ya saya seperti ada kasian kasian gimana gitu.

Padahal saya sudah menghindari penjual yang wanita cantik tatkala menanyakan sebuah harga. Kalau pun toh memaksa membeli jangankan menawar hawong ada susuknya saja. Bilang "Dah ambil saja mbak kembaliannya". Ciaah terasa jadi lelaki banget kan  hahahaha.

Berbanding terbalik dengan kaum emak emak dan mahmud-mahmud. Mereka bisa menawarkan begitu luwesnya. Pokoknya mereka itu Ahlinya ahli intinya inti soal pengenyangan harga. Maka dari itu ketika si anu masih bersama dulu sering kala saya minta mendampingi atau dah kamu aja yang beli. Beres.

Saya, Tak perlu menunggu berlama lama soal membeli dan waktu pun kian malam sedangkan perjalanan pulang masih jauh. Tanya harga. Minta ini ini ini. Total semua . Ambil uang disaku bayar. "Kulhu wae lek kesuwen". Saya justru yang lama itu mencicipi buah buahhannya. Duh.. Mantap sekali menikmati langsung buah buahhan dipasar ini.

Ya pemirsa blog'e cakjun yang budiman. Entah sengaja atau nyasar diblog ini.

Bagi sobat sobat yang berbelanja disini. Sobat bisa mencicipi buah buahhannya terlebih dahulu sebelum sobat memutuskan untuk membeli. Rasakan rasanya. Enak beli. Tidak enak tinggalkan. Cari yang sobat anggap enak. Karena soal rasa itu lidah orang berbeda beda. Dan soal harga pembelian. Sobat bisa tawar menawar dengan pedagangnya. Hukum tawar menawar masih berlaku disini. Dan bandingkan dengan harga pedagang yang lain.

Entah semua pedagang sama atau tidak. Saya beberapa buah yang ingin saya makan diberikan. Bahkan saya tidak meminta pun diberikannya juga. Tiga atau empat buah saya makan langsung dilapak tersebut.

Selain pasar ini memperdagangkan makanan, Souvener, sayuran, dan buah buahhan. Pasar ini juga menjual pakaian dan berbagai jenis tanaman hias, berbagai jenis bunga ada disini.


Pasar ini merupakan pasar yang sering dijadikan tempat membeli oleh oleh bagi para wisatawan luar daerah memang. Dikenal dengan nama Pasar Wisata Dewi Sri. Pasar ini masih seperti pasar tradisional pada umumnya. Budaya tawar menawar masih berlaku disini dan soal harga tidak begitu tinggi dipasar dewi Sri ini. Sangat terjangkau sekali. Pastikan sobat pintar tawar menawar dan bandingkan dengan toko sebelah.

Keberadaan PASAR WISATA DEWI SRI ini berada dipinggiran kota Batu Malang Namun  pasar ini tidak kalah dengan pasar yang berada didalam kota atau pusat oleh oleh lain. Berdasarkan informasi yang Blog'e Cakjun terima dipasar Wisata Dewi Sri ini.  Pasar ini terletak di jalur jalan Kota Batu Menuju Kediri atau sebaliknya. Dengan alamat lengkap Lebaksari- Ngabab - Pujon - Malang - Jawa Timur. Dekat dengan pemandian dewi Sri mungkin dari situlah sehingga nama pasar ini diberikan nama Pasar Dewi Sri.

Pasar Wisata dewe sri dibuka setiap hari mulai jam 06.00 pagi sampai Jam 22.00 malam waktu Indonesia Barat (wib). Walaupun tergolong pasar ini tidak begitu besar. Namun untuk kendaraan roda empat masih bisa langsung parkir masuk kedalam dan cukup luas areanya. Dihari hari biasa seperti yang kemarin saya masukki pasar ini tidak begitu ramai. Namun dihari hari liburan biasanya pasar ini penuh dan berdesak desakkan. Mungkin roda empat akan kesulitan mencari parkir.

Adapun buah buahhan yang ada disini didominasi oleh buah apel,  jeruk, Strawberry dan kesemek. Sayuran meliputi wortel, kentang, kubis, tomat, sawi atau bahan untuk membuat sop ada semua. Berbagai aneka souvenir, pakaian, Berbagai olahan panganan seperti Keripik buah dan Kuliner. Walaupun pasar ini tergolong kecil namun untuk kita jadikan untuk membeli oleh oleh Lengkap pokoknya.

Demikian sedikit informasi dan dokumentasi yang bisa saya dapatkan mengenai Pasar Wisata Dewi Sri Batu Malang ini. Jika sobat tengah berwisata di Malang maupun batu atau akan melewati jalur pasar ini. Atau belum pernah kesini sama sekali. Tidak ada salahnya sejenak berhenti dan sedikit melepas lelah dengan udara sejuknya dan memanjakan mata sobat di Pasar wisata Dewi Sri ini. Kalau habis membeli oleh oleh jangan lupa saya diberi juga yah :) 

6 comments

  1. Dulu sering mampir disini, beli sayur. Suka nggak tahan lihat macam-macam sayur segar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan bener, apa yang ku bilang.. Pasar ini, surganya emak emak wkwk..

      Delete
  2. Wah kebayang segaranya sayur dan buah di sana, waktu ke malang/batu orang tua saya cuma bawa oleh2 keripiknya, hihi...

    ReplyDelete
  3. batu selalu terkenang soalnya ada paman ditempat ini

    ReplyDelete

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda