Menu
Blog'e Cakjun

Kuliah Online Di Group Wa SBT : Cara Optimalisasi Instagram Untuk Blogger


Hae kawan, sobat Blog'e CakJun. Sekarang di Tuban sudah ada nih kulwa online atau Kuliyah Wa Online di Group Wa Sekolah Blogger Tuban (SBT). Di sana kamu bisa belajar dan mempelajari selok belok dan tetek bengek terkait dengan dunia Blogging. Tidak hanya dunia Blogging saja. Kamu juga bisa dapat ilmu tentang ilmu tata cara bersosial media dengan baik. Seperti cara mengoptimalkan algoritma ingstagram misalnya saja.


Seperti pada kesempatan kali ini Group Whattsaap Sekolah Blogger Tuban mengadakan kegiatan Kuliyah Online (kulwa Online) dengan tema "Optimalisasi Instagram untuk para Blogger".

Dari sini mungkin kamu bertanya. kenapa materi yang dibahas tentang akun ingstagram. Padahal inikan sekolah Blogger ? Kok tidak membahas dunia Blogger, Blogging. Begini salah satu alasannya.

Iya. karena di kota Tuban sendiri lebih banyak pengguna ingstagram di banding dengan Blog. Sesekali bahas yang lain biar menambah wawasan dan pengetahuan kita.

Jadi misalnya saja,  kalau kita  mau membranding apa saja. Termasuk branding diri sendiri atau branding blog bisa menggunakan Instagram. Kurang lebih alasannya seperti itu  dari pemateri dan pihak penyelenggara SBT ini.

Apakah hanya seorang Blogger saja yang bisa mengikuti Kulwa Online ini ?

Semua orang bisa gabung kok. Facebookker, Twitter, Instagrammer, saudara, teman, tetangga, termasuk mantanmu juga bisa kok kamu ajak untuk gabung disini. Namun dalam hal ini yang di prioritaskan paling utama yakni seorang Blogger mengingat grup ini adalah grup online yang memiliki keterbatasan penggunaannya. Beruntung sekali saya bisa masuk disini.



Minggu malam senin, 28 April 2019 jam 19.30 wib merupakan kali pertamanya sekolah Blogger Tuban mengadakan kegiatan kulwa online ini dilaksanakan dengan sangat baik dan berakhir tertib, dan sangat kondusif yang bertempat disebuah aplikasi Whattsaap ini.

Untuk yang menjadi pemateri atau narasumbernya adalah Bapak Jasmito langsung.  Beliau ini merupakan seorang pelaku usaha sayuran organik. Yang mana Kang Ito (sapaan akrab)  ini memasarkan sayurannya melalui media  online atau hasil perkebunannya diperdagangkan lewat sosial media. Di samping memasarkan sayurannya di Media sosial ia juga mempunyai toko online yang beralamat di toko.orgomedia.com.

Dengan memanfaatkan situs jejaring sosial media salah satunya adalah Instagram. Terbukti sangat efektif untuk media promosi bagi bisnis sayurannya. Namun perlu diketahui tidak serta ia menggunakan Instagramnya hanya asal asalan saja ada cara lain di balik itu semua. Salah satunya Ia tidak kesulitan mendapatkan jumlah folower yang organik bukan boots.

Oleh sebab itulah, beliau Pak Jasmito atau Kang Ito ini di pilih untuk mengisi materi dan sharing di Kulwa online SBT terkait dengan cara mengoptimalkan Instagramnya para Blogger yang ada dikota Tuban ini.

Kalau kita lihat banyak akun dengan follower yang ribuan ya. Terutama akun artis. Naahh kita mau belajar NGARTIS. follower kita biar kayak mereka. Gak cuma artis ibukota seperti fakhrudin saja yang bisa viral.

Kita juga perlu memviralkan apa yang akan kita branding. Termasuk branding diri kita. Katanya beliau Pak Jasmito yang tengah memberikan ulasan terhadap anggota grup SBT kulwa online ini. Lebih lanjut ia memberikan materi untuk dapat follower lebih banyak  beliau mengatakan ada 3 cara yang bisa kita gunakan untuk mengoptimalkan jumlah follower.

Wah mantap ini, gelar kloso nyimak kulwa online sambil makan Srabeh terus minumnya kopi tubruk. Mantabbek. Gerr.


  • Beli follower.


Cuma yang ini tidak saya sarankan. Karena tidak nambah interaksi. Sehingga tidak membranding apa yang mau kita jual. Termasuk "jual diri" kita. Hah What? Lanjut memberikan materi.

Cuma nambah "Ketok'e, Sawanganya akun artis/fenomenal/terkenal". Kalau yang hanya ketoke ini yang kurang sreg saya. Demikian menurut kang ito ia kurang sreg lantaran karena hanya Sawanganya saja.

Kopi mana kopi ?


  • Cara organik. 


Kalau blogger ilmunya blogwalking. Mlaku-mlaku bareng reg ayo reg ke blog orang lain terus meninggalkan jejak. Nah ini di Instagram sama saja. Jalan-jalan ke akun orang lain terus follow, like dan komen yang relevan dengan postingannya. Lakukan berulang kali. Jejak yang kita tinggalkan akan bikin sipemilik Anu akun penasaran. Dan buka balik ke akun kita. Lalu kemungkinannya ada interaksi berupa follow juga.

Tapi sekuat apa kita melakukan dengan cara yang organik seperti ini. Dilan saja tidak kuat.  

Apalagi buat branding usaha. "kesuwen,Selak mambu" dagangannya. Kata pak Jasmito dengan senyum manis. Oiya ini kan online ngak tatap muka. Dah bayangkan saja pemberi materi senyum kemudian ambil gelas minum kopi.

Iya ya kang? Seperti seorang pemuda yang jatuh cinta namun lama untuk mengungkapkan isi hati akhirnya keduluan orang.. Akhirnya kandas. Walah, bicara apa sih saya ini. Lanjut nyumet udud.

Lalu pakai apa kang? Apa pakai jasa admin? Admin manusia berapa bayarnya perbulan? Misal 500 ribu. Lumayan tuhh buat kulak'an (kalau saya). Seruput kopi dulu. Kalau saya sendiri pakai cara yang ketiga ini terang Kang Ito yang bertanya sendiri dijawab jawab sendiri. Kembali ke Laptop.


  • Aplikasi berbayar. 


Menurutnya yang ia tahu ada 3 aplikasi untuk mengoptimalkan kinerja Instagram yaitu  Gramcaster, Gramshoot,  dan Issigram. fiturnya hampir sama ketiganya. Cuma kalau yang saya pakai Issigram. karena harga paling.  Cukup 25rb/ bulan/ akun.

Naah loo, murah kan dibanding harus bayari admin manusia. Celetus kang ito. 

Setelah materinya di sampaikan semua serta di berikan penjelasan lebih dalam, akurat, tajam  dan berimbang. kini saatnya sesion tanya jawab. Sementara sambil menunggu para anggota kulwa online ini memberikan pertanyaan. Pemateri akan beli susu dulu. Bukankah dirumah suda ada susu ya kang? 

Okee.. Sudah bisa mulai sesi tanya jawab nih.. Tulis nama, alamat, jenis kelamin dan status dirimu sudah menikah, janda duda, jomblo pacaran  beserta alamat blognya.   Biar makin terkenal blognya siapa tahu dapat jodoh  he he he. Silahkan untuk sesi pertama tiga pertanyaan dulu.

Demikianlah moderator kulwa Online Ibu Nafakhatin (Nafakhatinnur.blogspot.com) ini memberikan waktu untuk para anggota bertanya atau menanyakan yang berkaitan dengan materi ini. Sambil mengacungkan tangan dan menelunjuk para anggota dengan meme wajah tersenyum ria.

Katanya online kok bisa tahu ? Hawong saya pakai ngaronnya Mak Lampir kok ya tahu dong. Dah anggep saja begitu. Bayangkan kita ada didalam kelas kemudian melihat apa yang kita lihat didepan. Walah malah teringat mantan. 

Tanya Jawab 

Pertama soal ini, jadi harus cari target secara manual ya? Ndak ada fitur auto search yang potensial jadi pelanggan kita? Pertanyaan pertama hadir dari jakarta Fakhruddin (kangrudi.com).

Bisa mas. Aku juga pakai kode afiliasinya punya orang. Diskon 30% jadinya. 3 bulan mek 75k didiskon 30%. Cuman berapa itu. Jawab Bapak Jasmito pemateri kulwa online.

Kedua. Untuk aplikasi ini, apakah bisa dipakai lebih dari satu akun IG?) tanya dari kang mas Andhika (blog : Andhika (blog : perahulayarkertas.com) dari bancar Tuban.

Bisa mas. Maksimal 15 akun mas. Ini saya juga mau merubah jadi 3 akun. Akun bisnis saya, terus istri juga mo nyoba bikin kuliner, dan akun pribadi saya. Jawab kang Ito.

Lanjut penanya ketiga. Yang dapat endorsment di Instagram biasanya ada syarat, follower harus organik. Apakah Aplikasi ini aman tidak ya kang ito?   Nanti ketahuan followernya boots kita bisa di blacklist sama agency. Hehehe. Dari Blogger yang tinggal dikawasan Jenu ibu Anis (blog : aniskhoir.com) melanjutkan pertanyaan.

Ini organik semua mbak. Tidak ada yang fake. Cuma prosesnya dilakukan aplikasi dalam mencari follower yang organik itu. Sudah saya cek juga yang follow atau like itu akun asli, bukan boots. Jawab kang ito menyampaikan jawaban.

 Wah.. Mantep, makjleb mengkurep. 

Alhamdulillah..pertanyaan sudah terjawab semua.. Boleh kasih respon dan tanggapan jika debat pertama ini kurang puas dengan jawaban.. Sebelumnya kita tepok tangan dulu biar lebih semangat. Audiens gemuruh mengasih oplosan. Plok, Plok, Plok.

Sepertinya semakin malam semakin mengasyikkan nih. Sambil melihat jam dinding yang ada dirumahnya. Sementara jemaah yang lain. Ada yang ndlosoran di keloso, ada yang mengkurep, Melumah diatas kasur dan juga ada yang membujurkan kaki diatas meja sambil menyimak Kulwa online ini. Berdasarkan pemantauan "Ngaron"  saya  yang sungguh gayeng sekali ini.

Lanjut Tanya Jawab Lagi

Dianggap masih ada waktu dan semua pembahasan sudah dijawab hingga ketitik darah terakhir. Dan yang saya sampaikan disini ini hanya sebagian kecil garis besar dari pertanyaan dan jawaban saja. Ngak papa toh? Salahnya ngak ikut gabung, wong udah tak storykan gitu hek Hek Hek.

Sang moderator masih menanyakan jawaban, sudah bisa menerima jawaban yang diberikan pemateri apa belum ? Thilalahh, Tiba tiba salah seorang anggota mengacungkan jempolnya kemudian bertanya pada rumput yang bergoyang. 

Interupsi. Iya nih saya sering menemukan akun akun yang menjual belikan begenggek folower di Instagram. Berkaitan dengan materi ini. Kenapa kok tidak bisa berinteraksi kepada pemilik akun?

Padahal kita sudah membeli folower atau folower kita nambah banyak.? Maaf jarang Instagramman.   Masih ndeso. Semoga mengerti maksud dan tujuan pertanyaan saya ini hekhekhek. Demikianlah pertanyaan yang sangat mbulet sekali ini dan kurang jelas dari  Junaidi (Cakjun.web.id) dari merakurak.

Sebentar.. Sebentar, sabar Cak Belanda masih jauh.  Pertanyaan ditampung dulu untuk termin kedua. Termin pertama saya anggap sudah cukup. Selanjutnya saya buka termin kedua dengan 3 penanya lagi. Saya tunggu enam puluh detik. Jika tidak ada yang bertanya kang Ito bisa langsung menjawab pertanyaan dari CakJun. Kata Nafakhatin dengan tegas dan berwibawa memberikan waktu untuk penanya. Selaku moderator di kulwa online ini.


Oke CakJun. Tidak ada interaksi karena mereka bisa saja akun palsu atau fake. Atau bisa juga akun asli. Tapi mereka dalam memutuskan untuk follow kita tanpa mereka sadari. Karena permainan orang terhadap algoritma ingstagram.  Sehingga mereka tanpa sadar sudah memfollow kita.

Kalau menurut pemahaman dan keyakinan saya begitu. Mungkin mas Andika lebih bisa menjawab atau mengoreksi jawaban saya ini.

Memang Robot sering dikenal bots bisa melakukan apa saja, ada yang memiliki optimasi konten, ada yang bisa auto create akun IG fake yang bisa mem-follow kita hingga ribuan, mereka yang jual sudah memiliki ribuan akun fake, biasa tanpa post. Tapi memiliki Ribuan Folower. Demikian imbuhan jawaban dari Andika (Andika. Web. Id) selaku penanggung jawab dan pemateri di Sekolah Blogger Tuban atau Kuliyah Wa Online ini.


Alhamdulillah dengan mengikuti kulwa online ini. Akhirnya pertanyaan yang selama ini mengganggu kepala saya sudah terpecahkan. Walaupun ngak pecah pecah amat kepala saya. Bagaimana tidak, sebagai yang masih awam tentang Instagram. Kok ada yang menjual belikan purel Folower. Namun tidak bisa berinteraksi.

Seperti yang disampaikan pemateri diatas balik lagi scrol keatas. Kalau tahu materi mana yang saya tanyakan ini. Saya kasih permen. Permen toh pentol hekhekhek. Oiya ada penanya lagi dengan mas mas yang sangat ganteng sekali. Pengen deh saya cium keningnya. 

Selain dengan tiga cara tadi atau yang terakhir dengan bantuan aplikasi. Terus bagaimana dengan  cara kita meminta endorsment teman untuk diposting di Instagramnya dengan tag dan tagar pula ?

Lanjut bertanya masih penanya yang sama. Bagaimana cara kerja tag n tagar serta optimalisasinya, apakah bisa berpengaruh ? Rovic (Masrofiq.com) dari ujung selatan Tuban.

Terimakasih mas ⁨Rovic⁩ mungkin terkait hastag ada bahasannya di link perubahan algoritma Instagram tadi. Hastag sekarang tidak terlalu berpengaruh ke Instagram. Karena dulu banyak spamming soal hastag ini. Ada post yang caption cuma diisi hastag berpuluh-puluh.

Sekarang hanya disarankan lima saja dan tidak boleh berulang untuk beberapa postingan dengan hastag yang sama. Demikian penjelasan kang ito dengan kalem santai dan lembut. Sampai ngantuk saya mendengarkan tausiyah beliau.

PESAN DAN KESAN 

Sekolah Blogger Tuban dalam acara Kuliyah Whattsaap online  kali ini yang disepakati satu jam namun karena gayeng dan mantap menikmati sajian materi yang disampaikan oleh pemateri Bapak Jasmito ia juga seorang Blogger dan memiliki usaha disektor persayuran organik ini. Yang bertempat tinggal dikota dingin Malang. Akhirnya kulwa online molor menjadi satu jam setengah. Dari jam 19.00 sampai jam sembilan malam kurang lebihnya.

Iya. Terimakasih atas kesempatannya. Saya bisa berbagi pengetahuan di Group Wa Sekolah Blogger Tuban ini.  Semoga bermanfaat. Ia juga memberikan pesan. Jangan sampai kita tertinggal. Industri 4.0 harus melalui perubahan yang cepat terangnya mengakhiri kulwa online ini. 

Sebenernya masih banyak tentang optimasi Instagram. Ada pengaturan konten biar tampak manis, pembuatan highligt, dll.

Cara respon calon buyer sampai closing. Waktu yang bagus (prime time) untuk post, dll. Namun kita memiliki batas waktu yang harus kita patuhi bersama.

Mohon maaf apabila ada salah kata dan informasi yang kurang berkenan. "Kalau ada sumur diladang bolehlah numpang mandi kalau masih diberikan umur yang panjang bolehlah kita seharian di Group ini" lagi.  Assalamualaikum wr.wb mengakhiri tausiyahnya.

Mau tau kelanjutan ceritanya seperti apa? jangan lupa tetap pantau di Blog'e Cakjun atau bisa juga langsung mendaftarkan diri di Group Wa Sekolah Blogger Tuban. Berikut informasi yang bisa Anda hubungi. Sekian dan sampai ketemu kembali. Ayo Cakmet di tarik kendangnya. Musik.






4 comments

  1. IG ku belum maksimal. Endorse beberapa dan masih alami nggak pakai aplikasi2 juga. Secara aku gaptek Mas. Asik ya ada grup buat belajar bareng. Khusus Tuban ya?

    ReplyDelete
  2. Saya juga masih GAPTEK Soal ig hehehe. Coba daftar diri di CP yang tertera diatas itu. Siapa tahu bisa GABUNG..

    ReplyDelete
  3. Wuah salut kegiatannya ...
    Dan ternyata kulihat ada teman bloggerku kak Nur Rochma ikut jadi kreasi konten.

    Anggotanya khusus dari Tuban ya ?.

    ReplyDelete
  4. Oalah ternyata ternyata temenan ya.. Hehehe.. Iya nih kusus Tuban.. Kalau mau coba gabung yo ndak papa.. Di coba dulu.. Hehehe..

    ReplyDelete

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda