Menu
Blog'e Cakjun

Inilah Semarak Festival Lomba Tongklek 2016 Di Alon-alon Tuban




Tongklek atau musik patrol ini merupakan sebuah musik tradisional yang  biasanya hanya di mainkan ketika bulan puasa tiba lebih tepatnya dimainkan untuk menggugah atau membangunkan  orang makan sahur.  Seiring peradaban zaman modern sekarang ini Tongklek di Tuban tidak hanya di mainkan pada waktu bulan puasa saja akan tetapi sudah tak terperikat oleh waktu. Kususnya Tuban, Tongklek ini kini menjadi salah satu musik yang seirama dengan musik modern layaknya sebuah musik ndangdut dan sejenisnya yang bisa di buat untuk meramaikan sebuah acara acara seperti Resepsi, khitanan, khajatan dan sebagainya.

Tongklek atau musik patrol ini merupakan sebuah musik tradisional yang   biasanya hanya di mainkan ketika bulan puasa tiba lebih t...
Junaidi Net Sunday, June 26, 2016
Blog'e Cakjun

Mudahnya Membayar Pajak Di kantor Samsat Tuban, Sekarang Tak Perlu Repot Ke Kantor Samsat Lagi




Membayar pajak di kantor samsat Tuban sekarang sangat sangatlah mudah tidak berbelit bin rumit dan kalau hanya membayar pajak saja tidaklah menunggu lama lama seperti halnya  pemutihan STNK yang memiliki masa lima tahun atau istilahnya ganti plat itu.  Di samsat Tuban yang berletak di jalan teuku umar dari arah patung tuban kurang lebih 500 meter kiri jalan. Untuk membayar pajak di kantor samsat tuban ini ada dua tempat yang bisa di lakukan untuk membayar  yaitu membayar di emperan atau teras samping sebelah selatan dan langsung masuk di dalam kantor.

Membayar pajak di kantor samsat Tuban sekarang sangat sangatlah mudah tidak berbelit bin rumit dan kalau hanya membayar pajak saja t...
Junaidi Net Tuesday, June 21, 2016
Blog'e Cakjun

Udahkah Anda Mendapatkan Tunjangan Hari Raya ? Ini Dia Cara perhitungannya

Ilustrasi (madiunpos.com)



Saat saat bulan puasa seperti ini pasti beberapa orang ribut dengan yang namanya HR’an atau THR (Tunjangan Hari Raya Keagamaan).  Siapa saja yang ribut mengenai ini tak lain adalah seorang karyawan atau buruh yang bekerja di sebuah perusahaan. Karena dalam prakteknya tak semua perusahaan memenuhi kuwajiban kepada para buruh yang di pekerjakan. 

Ilustrasi (madiunpos.com) Saat saat bulan puasa seperti ini pasti beberapa orang ribut dengan yang namanya HR’an atau THR (Tunj...
Junaidi Net Saturday, June 18, 2016
Blog'e Cakjun

Ada Tiga Jenis Suara Yang Terdengar ketika Bulan Ramadhan Tiba


                     
Ada Tiga Jenis Suara Yang Terdengar ketika Bulan Ramadhan Tiba. (sumber ilustrasi : nasional.republika.co.id)



                    
Bulan ramadhan biasanya identik dengan segala jenis suara suara diantaranya ada Tiga suara yang lebih sering kita dengarkan kususnya di daerah Tuban. Dari suara suara   itu ada   yang paling asik menghibur,      ada yang menjadi pengobat hati dan juga ada kalanya bikin sakit hati.       Yang pasti suara itu dihasilkan   demi terwujudnya sebuah momentum yang sangat istimewa atau secara     kasarannya menandai         bahwa kalau ada ketiga suara suara itu menandakan kita sudah benar benar  masuk di bulan suci ramadhan. 

Sebelumnya tidak ada perbedaan untuk awal 1 ramadhan  kali ini serentak alias barengan tidak ada perbedaan      pendapat        seperti  yang dulu dulu atas penetapan awal puasa sebagaimana  yang telah di umumkan oleh pemerintah Indonesia pada malam senin kemarin itu. Secara resmi awal penetapannya atau di mulainya melaksanakan puasa jatuh di tanggal yang terbilang cantik yaitu pada hari senin, 6/6/2016. 

Dari penetapannya itu sudah enam hari berlangsung kita melaksanakan ibadah wajib di bulan ramadhan berupa puasa. Menahan diri dari sesuatu yang dilarang oleh Tuhan yang maha esa.  yang di mulai dari terbitnya sang fajar dari ufuk timur hingga terbenanamnya matahari di ujung barat sana.   Tidak makan tidak minum dan tidak di bolehkan dengan segala jenis yang Tidak tidak. 

Tanpa bosa basi lagi lagsung saja. Berikut ketiga suara itu fersi selaku tukang coret coret di BLOG JUNAIDI NET ini !

Tadarusan di dalam masjid (sumber ilustrasi : kompasiana.com)

Suara pertama berkumandangnya lantunan ayat ayat   suci Al-qur’an yang dinamakan dalam daerah kami namanya  “TADARUSAN”.     Tentu di semua tempat tempat peribadatan umat muslim baik Masjid maupun mushola kususnya di    daerah Tuban ini semua pada Tadarusan.  Pada umumnya dilakukan setelah sholat Trawih. Pastinya akan ada sekelompok orang yang akan   membaca AL-QUR’AN.      Tidak semua pada pulang meninggalkan masjid.       Serta membacanya di nyaringkan atau di keraskan  lewat SPEAKER masjid yang terdengar hingga ratusan meter . 

Sekitar kurang lebih di tiga tahun terakhir ini ada aturan yang berlaku di sejumlah daerah untuk Tadarusan ini seperti desa Tlogowaru terkusus di mana untuk membaca yang memakai pengeras suara (speaker) harus di matikan pada jam 22.00 wib di maksutkan agar tidak mengganggu ketentraman masyarakat ketika menjelang waktu istirahat tiba. 

Sebelumnya tidak ada aturan yang berlaku hingga sampai larut malam tidak ada batasan sehingga beberapa daerah ada yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan berakhir keributan dari orang orang yang merasa terganggu tersebut. Oleh karenanya di dua ribu enam belas ini ketika tepat pukul jam 22.00  malam sudah banyak yang di matikan. Adapun membaca tanpa pengeras suara tidak ada batasan untuk tadarusan di bulan ramadhan ini. Dianjurkan kata pak ustad ustad itu.


Tongklek keliling kampung (ilustrasi dari : seputartuban.com)

Suara keedua yaitu perpaduan antara seni budaya dan tradisi sebagaimana kita dengar ketika akan melaksanakan makan sahur antara pukul 1.30 hingga 3.30 wib.  Secara umum suara ini dinamakan musik penggugah makan sahur dan umumnya suara yang berjenis musik tradisional  ini setiap daerah memiliki nama lain lain “musik patrol” katanya kususnya daerah saya yang bertempat tinggal di kabupaten Tuban ini di sebut “TONGKLEK”  kalau di mainkan menjadi “TONKLEK ‘AN”. 

Tongklek sendiri berbagai sumber menyatakan bahwa tradisi atau budaya ini sudah ada ketika pada masa masa para walisongo dulu. Terlepas dari mengganggu atau apa tidak ada permasyalahan karena terus terang saja Tongklek ini adalah secara terang terangan mengganggu orang tidur namun anehnya masyarakat senang atas keberadaan Tongklek ini.  Namun tetap saja ada aturan mainnya tidak asal membunyikan begitu saja seperti yang telah saya katakan di paragraft pertama itu. 

Ada sedikit perbedaan memang tentang Tongklek sebutan musik penggugah makan sahur ini di Tuban kususnya. Dimana peralatannya sudah di modifikasi atau di tambahkan  dengan berbagai alat alat musik yang mempunyai nada. Seperti Gamelan, Gong, Bonang dan alat musik tradisional lainnya. Tidak seperti yang dulu atau pun di daerah lain yang hanya berpangku pada beduk dan segala jenis alat alat rumah tangga lainnya. 

Dari sinilah yang saya maksut itu ketika kita mendengar suara tersebut kita akan sedikit merasa terhibur dan menjadi musik pengantar makan sahur bukan lagi penggugah makan sahur. hehehe Karena bunyi yang di hasilkan mempunyai nada dan irama tidak sembrangan cara menabuh atau pun memukulnya.Sehingga hasil bunyinya itu asik untuk di nikmati sambil santap sahur.

Sedang membunyikan petasan (sumber ilustrasi : Bukanasalinfo.blogspot.com)